DAFTAR SISWA SMANCIR

User Menu

Mini radio player

LAGU

There seems to be an error with the player !

Home EKSTRAKULIKULER WAPALA MOUNT SURVIVAL
MOUNT SURVIVAL PDF Print E-mail
Written by Asep Hidayat, S.Pd, M.Pd, M.Kom   
Thursday, 05 April 2012 01:03

S : Sadarilah dirimu sendiri

U : Untung, malang tergantung tindakanmu

R : Rasa takut dan panik harus dikuasai dan dihilangkan

V : Vakum atau kekosongan harus diisi

I : Ingatlah dirimu berada dimana

V : Viva atau hidup, hargailah

A : Adat istiadat harus dihormati dan dilaksanakan

L : Latihlah dirimu dan belajarlah selalu

 


I.      JUNGLE SURVIVAL

Survive adalah perjuangan untuk tetap hidup dimana seseorang itu tidak menerima/mendapat fasilitas/pelayanan sebagaimana mestinya karena ada pengaruh atau masalah pada waktu itu. Survival secara umum diartikan sebagai kemampuan mempertahankan hidup dalam keadaan kritis. Kemampuan mempertahankan diri tergantung dari pengetahuan, keterampilan dan sikap mental.

Hutan di Iandonesia mempunyai kondisi lingkungan yang bervariasi sesuai faktor geografis dan topografisnya. Hutan ini terdiri dari hutan tropis, hutan hujan tropis, padang rumput dan rawa atau hutan mangrove.

Hal yang terjadi di hutan kadangkala tidak dapat diduga sebelumnya dan membuat seseorang atau sekelompok orang yang berada di dalamnya mungkin dalam keadaan tidak menentu. Hal ini bila disebabkan oleh pengaruh lingkungan hutan yang asing dari kebiasaan sehari-hari atau dalam kondisi darurat dimana sarana terbatas, kurangnya kemampuan untuk beradaptasi dengan situasi dan kondisi hutan.

Pengetahuan jungle survival dapat memberikan gambaran dan tindakan apa yang harus dilakukan untuk mempertahankan hidup di hutan.

Dengan berbekal pengetahuan, semangat hidup yang tinggi, berdo’a dan berusaha diharapkan berhasil menghadapi kondisi survival di hutan sehingga suatu saat mampu menghadapi kondisi di medan kritis, serta melatih diri untuk dapat berinisiatif dan mampumengahadapi kesulitan yang dihadapi.

 

Kebutuhan pokok untuk hidup

Tujuan utama dan terpenting dalam keadaan daerurat adalah menjaga agar tubuh kita tetap hidup dan berfungsi sebagaimana mestinya. Tiga aspek pokok yang harus di perhatikan adalah :

a.    Pernafasan, seluruh tubuh memerlukan oksigen agar sel-sel dapat menghasilkan tenaga.

b.    Perdarahan, kehilangan darah lebih dari 2 liter akan menimbulkan ancaman pada sel tubuh dan pengendalian tubuh secara otomatis.

c.     Temperatur, perubahan suhu tubuh sekitar 2-3o C diatas/dibawah normal akan mengganggu proses fisiologis.

Modal Dasar Dalam Menghadapi Survival

a.    Semangat untuk hidup.

b.    Kesiapan diri ; mempunyai pengetahuan dan keterampilan untuk    mengantisipasi bahaya-bahaya survival.

c.     Alat pendukung.

A.   Faktor penyebab survival

1.     Kehabisan perbekalan.

2.     Kecelakaan dari suatu perjalanan.

3.     Tersesat dalam suatu perjalanan.

4.     Subjective Dangerous.

Suatu keadaan darurat yang oleh pelaku petualangan alam bebas itu sendiri kurangnya fisik dan mental :

-          kurangnya pengetahuan yang memadai.

-          karena salah mengambil keputusan dalam keadaan yang berbahaya.

-          karena tidak adanya koordinasi yang baik secara team.

-          karena persiapan alat dan perbekalan yang tidak memadai.

5.     Objective Dangerous.

Suatu keadaan darurat yang disebabkan oleh alam :

-          gunung meletus, tanah longsor, banjir dll

-          medan yang berat : jurang, hutan, sungai dll

-          ancaman binatang buas dan berbisa

-          penduduk pedalaman yang masih primitif

Penyesuaian situasi membutuhkan tingkat kekutan emosi dan spirit yang tinggi, kepercayaan kepada tuhan YME sangat berpengaruh dalam memperbesar emosi dan spirit untuk tetap hidup.

B.   Problema Jungle Survival.

Problema atau masalah yang berpengaruh tergantung pada situasi yang dihadapi dari satu sama lain mempunyai hubungan sebab akibat.

Masalah ini berasal dari tiga aspek yaitu :

  1. Aspek psikologis yang merupakan masalah mental. Contoh  :  takut, cemas, terasing panik, bosan, kesepian, tertekan dan putus asa.
  2. Aspek fisiografis yang berkaitan dengan masalah fisik. Contoh :  lapar, haus, lelah, mengantuk dan sakit.
  3. Aspek lingkungan yang merupakan pengaruh luar yang menimpa survivaor Contoh  :  panas, dingin, hujan, angin, hewan berbahaya, hutan lebat dan medan yang berat.

Kemampuan setiap individu berbeda dalam menghadapi pengaruh tersebut. Seseorang yang biasa hidup dengan berbagai fasilitas akan sulit menghadapinya apabila tidak pernah berlatih dan tidak di tunjang dengan pengetahuan survival.

C.   Tindakan Pada Situasi Survival

Tahap awal sebelum melakukan tindakan adalah survivaor menyadari kondisi yang sedang dialaminya, yaitu dimana survivor berada, sehingga tindakan yang diambil berdasarkan kebutuhannya dan tidak melakukan hal yang tidak berguna. Dalam mengahadapi situasi yang sulit berusahalah untuk tenang, istirahatlah yang cukup, perhatikan kondisi tubuh dan ingat pedoman STOP.

S   : Stop, berhenti dan beristirahatlah

T   : Thinking, berfikirlah sadari maslah yang dihadapi.

O : observe, amati keadaan sekeliling

P   : Planning, buat rencana mengenai tindakan atau usaha yang akan dilakukan.

Problem atau masalah yang dihadapi seseorang akan lebih banyak dari pada berkelompok, karena resiko yang akan terjadi oleh seorang . jangan bertindak sendiri-sendiri jika seorang survivorlebih dari satu orang.

Adanya pembagian tugas dan kerjasama kelompok dapat menghemat waktu dan tenaga demikian pula masalah psikologis akan lebih teratasi. Tumbuhkan rasa kebersamaan berkelompok dan toleransi antar individu. Pilih salah seorang yang dianggap mampu untuk jadi pemimpin. Buatlah rencana dan ambil keputusan berdasarkan musyawarah.

1.   Tindakan Saat Musibah.

a.    Beberapa pertimbangan dalam pengambilan keputusan utnuk tetap tinggal dilokasi dan menunggu pertolongan tim SAR adalah :

1)    Survival mengetahui bahwa telah diketahui hubungan radio atau rute perjalanan ada yang mengetahui.

2)    Cari daerah yang terbuka untuk memudahkan tim SAR menemukan atau mengetahui dan bisa melakukan komunikasi lapangan.

3)    Cari lokasi yang terdapat sumber air dan persediaan makanan.

4)    Menangani survivor yang menderita.

Tindakan :

?  Rawat survivor yang menderita atau sakit.

?  Membuat tempat perlindungan yang aman dari suaca buruk dan hewan yang berbahaya.

?  Hemat persediaan makanan yang ada dan berusaha untuk mencari tambahan disekitar lokasi.

?  Siapkan dan buatlah tanda darat ke udara dengan piroteknik maupun dengan benda lainnya seperti smoke signa, flare, cermin, kain warna kontras, asap hasil membakar sampah dan lainya.

b.    Tindakan bila meningggalkan lokasi :

1)    Siapkan bahan dan perlengkapan yang berguna dan dapat dibawa dalam perjalanan.

2)    Tentukan arah yang dituju berdasarkan kompas, matahari atau alat petunjuk lainnya.

3)    Tinggalkan pesan yang berisi jumlah survivor, kondisi fisik, perlengkapan dan bahan yang dibawa, serta arah yang dituju.

4)    Buatlah jejak yang jelas selama melakukan perjalanan.

5)    Ikuti punggungan gunung dan jangan mengikuti lembah atau sungai apabila berada didaerah pegunungan.

6)    Carilah makanan dan air sebelum persediaan yang dibawa habis

7)    Cari dan buatlah tempat perlindungan atau bivoak dan janganlah melakukan perjalanan malam

8)    Buatlah perapian untuk memasak, menghangatkan tubuh dan untuk melindungi diri dari serangga atau binatang berbahaya.

2.   Jejak.

Pada kawasan hutan banyak ditemui jejak yang merupakan tanda yang menunjukkan adanya manusia atau hewan. Bentuk jejak ini perlu diketahuoi agar dapat membedakan individu yang melintasi daerah tersebut. Jejak dapat sebagai petunjuk arah pergerakan survivor.

a.    Jejak hewan.

Berupa tapak kaki, kotoran(faeces) dan sibakan tumbuhan, dapat menunjukkan jenis hewan tersebut, ukuran tubuh, habitatm makanan dan pola tingkah laku. Sehingga daoat diambil tindakan untuk membuat jerat atay menghindaru herwan yang berbahaya.

b.    Jejak manusia.

Berupa telapak kaki, sepatu atau sandal, sibakan atau patahan tumbuhan, bekas bacokan pada pohon dan sampah. Dapat menunjukkan aktifitas seseorang sebagai pemburu, perambah hutan, penjelajah atau survivor.

c.     Membuat jejak.

?  Potongan tali diikatkan pada pohon dengan jarak tertentu sesuai medan.

?  Tebasan dan bacokan golok atau pisau pada pohon.

?  Sampah, potongan kain dan barang lain terutama yang berwarna mencolok dilekatkan pada jarak tertentu sepanjang jalur yang dilalui.

?  Menyibakkan atau mematahkan tumbuhan.

?  Mencabut dan meletakkan kembali tumbuhan semak yang berwarna mencolok.

?  Menyusun batu atau ranting untuk membuat panah.

?  Memperjelas jejak kaki atau sepatu pada tanah gembur.

 

3.   Pakaian

Pakaian sangat penting untuk melindungi diri dari angin/dingin/panas ataupun dari luka dan gigitan serangga.

Beberapa catatan dalam berpakaian :

?  Tidurlah dengan berpakaian.

?  Bila melewati semak atau belantara, berpakaianlah yang rapat  (menutupi ujung kaki sampai pergelangan tangan dan kepala).

?  Pakailah sepatu dan kaos kaki yang kering bila sedang istirahat.

?  Bila cuaca sangat dingin, metode yang paling baik adalah metode melapis pakaian. Jangan memakai pakaian tebal, tetapi pakailah beberapa pakaian yang bervariasi. Hal ini akan lebih menyimpan udara di dalam tubuh kita dan akan menahan udara dingin dari luar.

D.   Penghematan tenaga dalam kondisi survival.

Kehilangan tenaga dalam survival :

?  Turunnya suhu tubuh adalah suatu bentuk kehilangan tenaga

?  Hilangnya cairan tubuh melalui keringat mempengaruhi penggunaan energi.

?  Angin dan kelembaban sangat cepat menurunkan temperatur dan mengakibatkan Kurangi penggunaan otot.

Penghematan tenaga dalama kondisi survival :

a.    Berhentilah bila berkeringat karena mengakibatkan dehidrasi

b.    Hangatkan badan

c.    Pakaian harus kering karena pakaian basah menurunkan 240 kalori lebih cepat daripada pakaian kering

d.    Pakailah tutup kepala, karena kepala yang tidak terlindung akan mengakibatkan menurunnya suhu tubuh

e.    Sering makan makanan yang banyak mengandung gula dalam perjalanan.

f.     Beristirahatlah setiap 5-10 menit setiap jam untuk menghilangkan sisa pembakaran dalam otot-otot.

1.   Efek hawa dingin pada tubuh manusia

i.    Mengapa hawa dingin itu berbahaya ?

?         tubuh manusia tidak dapat mengatasi perubahan suhu udara yang besar.

?         Dingin mempengaruhi peredaran darah yang membawa darah ke otot.

?         Pertahanan tubuh melawan dingin dengan menggunakan tenaga yang sangat terbatas.

?         Berkeringat dalam hawa dingin sangat berbahaya karena akan cepat menurunkan suhu tubuh.

ii.   Bagaimana hawa dingin itu menyerang tubuh ?

?         Hawa dingin menambah pemakaian tenaga dan menurunkan suhu tubuh.

?         Daerah yang mencapai jantung dalam keadaan dingin sangat berbahaya.

?         Udara yang dihisap sewaktu bernafas harus dipanaskan hingga suhu 37o C, hal ini memerlukan tenaga.

?         Tubuh kehilangan panas dengan cara :

-  Konduksi   : memegang suatu benda yang lebih dingin

-  Evaporasi : bila tubuh berkeringat atau basah

-  Konveksi   : akibat hembusan angin

-  Radiasi      : pemancaran panas dari seluruh permukaan tubuh

-  Respirasi   : akibat menghisap udara dingin

iii.   Cara menyimpan panas di daerah dingin.

?         Jangan memakai pakaian basah

?         Menghemat tenaga

?         Hangatkan badan dengan menambah lapisan pakaian

?         Makan dan minum makanan yang mengandung kalori

iv.   Cara mengatasi hawa dingin

?         Hangatkan udara dingin yang dihisap sewaktu bernafas dengan jalan menutup hidung

?         Berdiri atau duduk ditempat yang kering.

?         Perhatikan tanda-tanda kelelahan pada waktu berjalan atau bekerja di daerah dingin karena sangat berbahaya.

2.   Efek hawa panas terhadap tubuh manusia.

i.    Mengapa hawa panas berbahaya.

?         Tubuh manusia bekerja pada suhu tetap dan mempunyai sistem pendingin otomatis bila terdapat perbedaan suhu 0,1o C.

?         Tubuh manusia mempunyai persediaan air sebagai pendingin yang terbatas.

?         Penggunaan otot secara berlebihan dalam lingkungan panas akan merusak sistem pendingin tubuh.

ii.   Bagaimana panas menyerang tubuh ?

?         Penambahan panas merupakan beban bagi tubuh secara keseluruhan.

?         Hawa panas menyebabkan perubahan pada peredaran darah sehingga mengurangi jumlah darah kembali ke jantung.

?         Panas menyebabkan proses pembuatan tenaga oleh sel-sel tubuh menjadi lebih lambat.

iii.   Cara mengatasi serangan panas.

?         Cari tempat teduh dan istirahatlah pada siang hari.

?         Jika mungkin dinginkan dulu tubuh dengan kain basah.

?         Kurangi kegiatan fisik yang mengakibakan panas tubuh.

?         Minum air yang banyak

?         Jangan langsung melepas baju di tempat yang panas karena pakaian justru mencegah dehidrasi.

E.   KEBUTUHAN YANG HARUS DIPENUHI

1.   Shelter / Bivoak (tempat tinggal sementara)

Ada beberapa tipe shelter yang biasa dibuat dalam survival. Shelter sangat diperlukan untuk perlindungan diri dari pengaruh cuaca dan bahaya (panas, hujan,  angin, binatang dsb). Selain itu memberi rasa aman bagi anda. Tempat yang baik untuk mendirikan shelter adalah tempat yang kering pada daerah yang tinggi, terbuka dan dan dekat dengan air. Tidur dalam hammock (jaring gantung) akan lebih baik. Apabila tidur diatas tanah lapisi dulu dengan isolator, dengan kayu, dedaunan ataupun batu, dan usahakan tempat tidur hangat.

 

Macam-macam tempat berlindung :

?  Gua atau cekungan.

?  Pohon tumbang

?  Lubang besar pada pohon

?  Bivoak yang dibuat dari rangka batang dan susunan daun     lebar.

?  Bivoak  dengan bahan ponco, plastik, parasut atau bahan lebar  lainnya.

2.   Air

Air adalah  kebutuhan vital bagi manusia. Dalam suhu 20o – 30o C orang dapat hidup tanpa air kurang dari 5 hari. Haus bukanlah ukuran kebutuhan untuk minum. Orang bekerja di gunung tidak merasa haus, tetapi itu bukan berarti tidak membutuhkan air. Dia dapat saja mengalami dehidrasi. Kebutuhan minimal air ditentukan oleh banyak faktor, yang terutama adalah iklim, keadaan fisik atau  keadaan tubuh manusia.

Di dalam survival utamakan air, jika ada air utamakan minum dengan teratur banyaknya dan dengan interval waktu yang tetap, sedikit demi sedikit. Jangan minum air mentah, karena dapat menyebabkan beberapa penyakit, seperti tipus, disentri, kolera dsb. Masaklah air sampai mendidih paling tidak selama satu menit. Air yang bisa di minum secara langsung antara lain air hujan, air embun, air dari mata air, air danau atau sungai yang belum tercemar baik belerang, sampah atau kotoran. Sedangkan air yang harus melalui proses dulu antara lain : air laut, air belerang,  air lumpur, dan air yang mengandung zat kimia.

Untuk menjernihkan air lumpur, didiamkan selama 12 jam. Masukkan air ke dalam bambu sepanjang 3 m yang dalamnya telah diisi pasir dan ujungnya di beri rumput. Lewatkan air melaluai kantung yang penuh pasir. Begitu juga untuk air yang tidak mengalir (menggenang), dan untuk yang tercemar dapat dibersihkan dengan teknik yang sama.

Cara mendapatkan air

Jika tidak di ketemukan air di permukaan suatu daerah, belum tentu tanah di daerah tersebut tidak mengandung air. Hujan dan salju meresap di dalam tanah, maka persediaan air tanah tergantung pada kontur daerah dan tipe batuan/tanah di daerah tersebut.

i.      Tanah berbatu, batuan lava bersifat porus/menyerap air, maka dibagian bawahnya banyak tersedia air. Oleh karena itu carilah daerah berpasir sepanjang tebing lembah yang memotong aliran lava. Dalam daerah batu granit, lihatlah sekeliling tebing, maka terlihat rumput hijau. Galilah pada bagian rerumputan tersebut dan akan keluar rembesan air.

ii.     Tanah lapang, air biasanya lebih banyak dan lebih mudah di temukan di tanah lapang dari pada di daerah berbatu. Carilah sumber air sepanjang kaki lembah atau bukit di tepian lembah, sebab disana letak permukaan air lebih dangkal atau lebih dekat permukaan tanah. Sebelum menggali carilah dulu tanda-tandanya terlebih dahulu.

iii.    Sepanjang pantai, galilah pada jarak pada jarak sekitar 100 meter dari tepi pantai, biasanya akan didapatkan air yang agak keruh, tetapi setelah dibersihkan air tersebut baik untuk minum dan tudak mengandung banyak garam.

iv.    Di gunung, galilah pada aliran sungai yang kering, sebab air ditemukan didaerah berkerikil. Apabila di salju ambillah bagian salju yang keras/bukan baru, cairkan dengan api/matahari.

v.     Air tanaman, jika kita gagal menemukan air, atau tidak dapat memiliki waktu untuk menjernihkan air, tanaman dapat menjadi sumber air. Getah yang manis dari tanaman adalah air murni dan mengandung mineral. Tanaman mempunyai daun segar dan tampak gembur, biasanya mengandung air. Beberapa jenis kaktus banyak mengandung air, tetapi bila getah itu pekat dan berbusa/berlendir jangan di minum. Jenis paku-pakuan, rumput dan perdu banyak tumbuh kalau dekat permukaan air, jika menemukan maka bisa digali sekitar tempat tersebut. Di daerah yang sangat lembab biasanya dapat berkumpul segelas air perjam.

vi.    Air hujan, salah satu cara menampung air hujan adalah dengan memanfaatkan ponco yang dibentangkan untuk menampung air hujan.

vii.   Sumber lain : air perasan lumut, air dari tebasan pohon pisang, dari kantong semar, air embun pada daun air hasil pengembunan dengan cara menyelubungi ranting pohon berdaun lebat dengan kantong plastik besar, air dari ruas bambu, air dari tebasan rotan dan akar gantung atau liana, air dari tebasan tangkai bunga (manggar) aren, nipah atau jenis palm lainnya.

3.   Api

Api penting untuk menghangatkan badan, mengeringkan, memberi tanda/signal, memasak, memberi rasa aman dan untuk meningkatkan semngat psikologis. Keberhasilan suatu survival banyak ditentukan oleh api. Simpanlah korek api batangan di tempat yang aman seperti bekas tabung film. Bila terpaksa tidak memiliki korek api, api bisa dibuat dengan cara tradisional yaitu dengan pergesekan kayu dan batu, batu dan batu atau dengan alat bantu yang lain seperti lensa.

4.   Makanan

i.    Makanan dari hewan/binatang

Makanan yang bersumber dari hewan dapat di peroleh dengan menangkap hewan tersebut (berburu). Jangan sampai cara mendapatkannya melelahkan dan membuat putus asa. Prilaku hewan adalah khas, kapan kita harus menangkap dan kapan kita harus menghindar. Menangkap hewan bisa dengan berbagai macam cara, misalnya dengan memasang jerat / perangkap. Waktu yang baik untuk berburu adalah pada pagi hari, karena binatang akan menuju tempat sumber air. Bila hendak memasang perangkap/jerat, pasanglah di daerah menuju tempat sumber air. Golongan hewan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber makanan :

?  Binatang lunak

?  Serangga

?  Reptil

?  Unggas

?  Binatang bertulang belakang

Langkah sebelum menangkap binatang :

1.    Jenis binatang yang harus ditangkap

2.    sarang atau tempat berkumpul

3.    tempat mencari makanan dan minum

4.    jalan yang bisa dilalui

5.    cara begerak atau menyerang musuh

ii.   Tumbuhan sebagai makanan

Makanlah tumbuhan bila tumbuhan tersebut dimakan hewan mamalia. Serangga kadangkala tahan terhadap makanan yang beracun bagi kita. Bagian yang dapat dimakan biasanya daun, umbi, akar, buah, pucuk batang/daun, pucuk pohon rotan dan bagian dalam dari batang pohon.

Teknik memakan buah yang belum kita ketahui beracun atau tidak, pertama kita ambil bagian kecil dari buah tersebut, kita rasakan, tunggu reaksi selanjutnya. Kalau 10-15 menit kemudian tidak menimbulkan rasa asing (gatal, getir, pahit), ambillah bagian itu lebih besar, cobalah lagi dan tunggu beberapa saat, jika tidak ada reaksi negatif, makanan itu mungkin bisa kita makan. Tetapi sering makanan beracun jika dimasak racunnya hilang, maka cobalah hal tersebut.

Apabila makanan tersebut berbusa, biasanya tidak bisa di makan. Beberapajenis murbey sering beracun, makanlah yang sudah anda kenal saja. Pada umumnya jamur bisa di makan tapi banyak juga yang beracun. Tapi untuk menentukan jamur beracun atau tidak sangatlah sulit, jadi lebih baik tidak usah dimakan kecuali yang sudah kita kenal betul, dan juga gizi dari jamur itu sendiri sangat sedikit.

Ciri-ciri jamur beracun antara lain :

-          Berwarna mencolok (warna tua atau terang) dan sebagian bercincin.

-          Berbau tajam, misalnya bau amoniak.

-          Tumbuh di tempat kotor seperti sampah.

-          Kalau di iris dengan pisau atau logam akan berwarna hitam atau biru

-          Cepat berubah warna jika di masak

-          Nasi berwarna gelap atau kuning jika dimasak bersama-sama.

Tumbuh-tumbuhan yang bisa dimakan

-          Tumbuhan yang tidak mengandung getah

-          Tumbuhan yang tidak berbulu

-          Tumbuhan yang tidak mengigit dilidah atau membuat gatal dikulit

-          Tumbuhan yang tidak berbau kurang sedap

-          Tumbuhan yang dimakan hewan mamalia

Yang dapat dimakan dari tumbuhan :

-          Umbinya   :  talas ketang, paku tanah

-          Batangnya :  umbut muda pisang, sagu

-          Buahnya    :  arbai, rotan

-          Bijinya      :  rumput teki, saninten (bijinya)

-          Bunganya :  turi pisang, mawar

-          Daunnya   :  rasa mala

Ciri Tumbuhan Beracun :

-          Buahnya berwarna mencolok

-          Getahnya berwarna putih susu, kemerahan, kehitaman dan gatal kalau disentuh kulit

-          Tembuhan disarang binatang berbisa atau bersimbiosis dengan tumbuhan beracun

-          Pada beberapa jamur yang mempunyai annulus / duri lembut pada tangkai tubuh buahnya dan warnanya merah, kuning atau ungu

-          Tumbuhan tersebut sangat beracun karena hasil penelitian

Tumbuhan obat-obatan :

-          Brotowali, batangnya direbus untuk demam, anti malaria, pembersih luka, penambah     napsu makan

-          Sembung; daunnya diseduh dengan air panas untuk sakit perut + panas

-          Getah kambuja ; menghilangkan bengkak dan terkilir

-          Pohon sambiloto ; daunnya ditumbuk halus untuk sengatan kalajengking.

Tumbuhan beracun :

-          Gatah pohon paku menyebapkan kebutaan

-          Getah jambu monyet menyebapkan kebutaan

-          Buah aren mentah menyebapkan gatal dan pedih

-          Daun pulus menyebapkan gatal dan panas.

Bahaya binatang.

Binatang biasanya akan bahaya bila dalam keadaan lapar, sakit/kesakitan dan terancam jiwanya. Untuk mencegah bahaya binatang, yang harus anda perbuat adalah :

-          Jangan panik, jangan bergerak secara tiba-tiba, bergeraklah menjauh secara perlahan, setapak demi setapak.

-          Jangan membuat binatang merasa terpojokkan, kebingungan atau terancam

-          Jangan mengganggu binatang lagi berpasangan atau lagi menyusui.

Menghindari diri dari bahaya binatang :

-          Pasanglah tenda dengan pengaman.

-          Simpan makanan di luar tenda, bila perlu di gantung di pohon secara aman atau di timbun.

-          Batasi kegiatan pada malam hari karena bianatang buas berburu pada malam hari.

-          Jangan membunuh binatang jika tidak terpaksa, dan bunuhlah binatang bila memang anda butuhkan untuk makan.

5.   Peralatan pendukung dan usaha berkomunikasi dengan pihak luar :

i.    Alat bantu kemampuan survival.

Senjata tajam merupakan alat bantu utama. Dengan alat ini kita dapat membuat bivak, mencari kayu, membuat jerat, mencari air dan lain-lain. Alat membuat api sangat membantu kita untuk bertahan.

ii.   Alat bantu memberi tanda.

Dengan adanya tanda-tanda yang kita buat, kemungkinan besar posisi kita akan dapat di ketahui. Dan hal ini juga salah satu sarana kita untuk terlepas dari kondisi survival dan kembali ke rumah. Tanda tersebut haruslah mampu menarik perhatian dan sukar ditiru oleh hewan/alam. Syaratnya adalah kontras. Hal ini menjadi kunci keberhasilan kita untuk memberikan tanda-tanda atau kode. Tanda-tanda yang dapat dipakai untuk keadaan darurat misalnya : suara peluit, teriakan, cahaya, api, kain, bendera dan asap.

 

Facebook Like




Powered by Joomla!. Designed by: joomla templates web hosting Valid XHTML and CSS.