DAFTAR SISWA SMANCIR

User Menu

Mini radio player

LAGU

There seems to be an error with the player !

Home EKSTRAKULIKULER PASKIBRA Sejarah Paskibraka
Sejarah Paskibraka PDF Print E-mail
Friday, 05 October 2012 22:21

Setiap tahun secara meriah sekaligus khidmat, bangsa Indonesia merayakan Hari Proklamasi Kemerdekaan.Upacara yang berpusat di halaman Istana Merdeka itu dipuncaki dengan acara pengibaran Bendera Pusaka. Tradisi ini sudah dimulai sejak tahun 17 Agustus 1950, yaitu peringatan Proklamasi Kemerdekaan yang pertama dilakukan setelah Presiden Republik Indonesia kembali hijrah ke Yogyakarta.

Dalam skala kecil, upacara serupa sebetulnya sudah dilakukan di halaman Gedung Agung Yogyakarta ketika Republik Indonesia merayakan ulang tahun kemerdekaan yang pertama, 17 Agustus 1946.

Husein Mutahar yang ketika itu sudah menjadi salah seorang ajudan presiden, dan dikenal sebagai pandu yang aktif, diberi tugas untuk menyusun upacara pengibaran bendera. Pada saat itu ia sudah mempunyai pemikiran bahwa untuk menumbuhkan rasa persatuan bangsa, maka pengibaran bendera Merah-Putih sebaiknya dilakukan oleh para pemuda yang mewakili daerah-daerah Indonesia.

Mutahar kemudian memilih lima orang yang bermukim di yogyakarta, terdiri dari tiga laki-laki dan dua orang perempuan yang mewakili daerahnya. Lima orang tersebut merupakan symbol Pancasila.

Upacara di halaman Gedung Agung itu diulang lagi pada tahun 1947,1948,1949, masing-masing secara bergiliran dari daerah Indonesia.Setelah pemerintah Republik Indonesia kembali ke Jakarta, sejak 17 Agustus 1950 upacara Hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dipusatkan di halaman Istana Merdeka.Berdasarkan foto dokumentasi, jumlah pengibar bendera pada upacara 17 Agustus 1950 telah lebih dari lima orang, mereka masih mengenakan seragam putih-putih dengan peci hitam, menggunakan selempang Merah-Putih di dada, sebagai pasukan intinya anggota pasukan pengibar bendera menggunakan syal berwarna Merah-Putih

Antara tahun 1950-1966 tidak diketahui perkembangan upacara pengibaran Bendera Pusaka, karena kelangkaan narasumber yang mengetahui. Selama periode tersebut upacara pengibaran Bendera Pusaka di tangani oleh Rumah Tangga kepresidenan.Pada tahun 1967, Husain Mutahar, ketika itu menjabat sebagai direktur  Jendral urusan Pemuda dan Pramuka pada Depertemen Pendidikan dan kebudayaan, dipanggil oleh presiden Soeharto dan diberi tugas untuk menyusun tata upacara Pengibaran Bendera Pusaka.Sesuai dengan perkembangan keadaan, Mutahar mengembangkan tatacara pengibaran Bendera Pusaka menjadi satu pasukan yang terdiri atas tiga kelompok, yaitu :

a.       Kelompok 17, Bertindak sebagai pengiring depan atau pemandu

b.      Kelompok 8, Bertindak sebagai inti pembawa bendera

c.       Kelompok 45, Bertindak sebagai pengawal

Ketiga kelompok tersebut merupakan symbol tanggal proklamasi kemerdekaan republik indonesia.Pada tahun 1973, Idik Sulaiman yang tahun 1967 telah terlibat sebagai Pembina pasukan pengibar Bendera, mengusulkan sebuah nama baru. Sebelumnya Pasukan pengibar Bendera itu disebut sebagai PASUKAN PENGEREK BENDERA PUSAKA. Usulah Idik adalah sebuah nama PASUKAN   PENGIBAR BENDERA PUSAKA yang disingkat PASKIBRAKA.Usulan itu diterima hingga sekarang”Pasukan elit” ini mengusung nama yang anggun dan berwibawa.Adapun untuk anggota PASKIBRAKA yang telah melaksanakan tugasnya mendapat julukan PURNA PASKIBRAKA INDONESIA (PPI).

Dalam perkembangannya Pasukan Pengibar Bendera Pusaka tidak hanya sebatas pengibaran di Hari Proklamasi, tetapi lebih ke Pembinaan Nasionalisme dan Budi Pekerti. Karena itu lambang dari PASKIBRA adalah Bunga Teratai.

Bunga Teratai Putih karena di anggap suci, hidup di tengah-tengah danau atau telaga sehingga tidak bisa dijamah, Akarnya tertancap di dalam tanah sedangkan hidupnya di air, jadi diibaratkan sebagai tanah air, jadi bunga teratai juga dapat di artikan sebagai generasi muda yang ingin berkembang untuk tanah airnya.

Last Updated on Wednesday, 08 May 2013 12:47
 

Facebook Like




Powered by Joomla!. Designed by: joomla templates web hosting Valid XHTML and CSS.