DAFTAR SISWA SMANCIR

User Menu

Mini radio player

LAGU

There seems to be an error with the player !

Home Berita Sejak Ada Tunjangan Sertifikasi, Perceraian Guru Meningkat
Sejak Ada Tunjangan Sertifikasi, Perceraian Guru Meningkat PDF Print E-mail
Written by abuy   
Friday, 06 April 2012 22:59

BANYUMAS, (PRLM).- Perceraian di kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) khususnya guru di Banyumas Jawa Tengah selama lima tahun terakhir terus meningkat hingga 35 persen sejak 2006-2011. Perceraian di kalangan pendidik di tengarai dimulai sejak ada tunjangan sertifikasi.


Data yang diperoleh dari Dinas Pendidikan setempat, menyebutkan jumlah guru yang mengajukan permohonan dispensasi cerai naik 35 persen sejak 2006-2011. Dari data tersebut 80 persen adalah para guru PNS di Sekolah Dasar (SD). Dan hampir 65 persen guru PNS tersebut yang menggugat cerai.

Perceraian dengan alasan faktor ekonomi kurang, jarang sekali terjadi. Penyebab perceraian diantaranya, terjadi pertengkaran antara suami istri, yang dipicu kehadiran pihak ketiga dan perselingkuhan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Edy Prabowo mengakui, kasus perceraian di kalangan PNS guru Banyumas selama lima tahun terakhir meningkat secara signifikan.

Mengenai apakah sertifikasi menjadi pemicu perceraian, Edy mengakui, sampai saat ini memang belum ada penelitian. "Namun hampir semua guru yang mengajukan kasus gugat cerai ini adalah guru yang sudah mendapatkan tunjangan sertifikasi?, jelasnya.

Panitera Muda Kantor Pengadilan Agama Kabupaten Banyumas, Muhammad Farid ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa kasus gugat cerai di kalangan PNS guru cenderung meningkat. ?Penyebabnya rata-rata pertengkaran yang terus menerus dan ada pihak ketiga diantara mereka,? katanya.

Menurutnya, kasus perceraian di kalangan guru ini rata-rata sangat sulit di damaikan. ?Kita bisa dikatakan selalu gagal pada sidang pertama untuk mendamiakan mereka. Kemauan bercerai mereka tinggi," jelasnya.

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu dan Perlindungan Korban Berbasis Gender dan Anak Kabupaten Banyumas Dra Tri Wuryaningsih MSi, memprediksi perceraian di kalangan guru, di tengarai akan terus naik. Itu seiring dengan makin banyaknya guru yang memperoleh sertifikasi, sehingga secara ekonomi mereka lebih mandiri dari sebelumnya.

Diakui, memang tidak ada hubungan secara signifikan antara sertifikasi guru dengan perceraian. Tetapi secara empiris, jika pendapatannya naik, ada kemandirian baik di pihak istri maupun suami.

"Sehingga makin berani untuk mengambil keputusan bercerai. Karena mereka berpendapat bisa hidup sendiri tanpa tergantung dengan pasangannya. Jika kemandiriannya kurang tidak bisa hidup sendiri. Pihak yang tidak mandiri jelas akan mempertahankan rumah tangganya,"jelasnya. (A-99/A-147)**

 


Last Updated on Friday, 06 April 2012 23:06
 

Facebook Like




Powered by Joomla!. Designed by: joomla templates web hosting Valid XHTML and CSS.